Sabtu, 16 Mei 2020
Lampu Jalan Raya
Rabu, 13 Mei 2020
"Keluar Masuk"
Adalah Kamu
Aroma yang melekat di hidungku menjelma kamu disetiap tarikan nafas.
Ta’dzim mengikuti jalur memasuki trakea dengan terus mencari
pintu-pintu lain pada organku. Sejak saat itu, aku ingin terus bernafas.
Martini
Belakangan ini Martini tampak kusut
Jabatan kembang desanya usai dicabut oleh usia
Martini pensiun
Dia membayar pesangon untuk dirinya sendiri,
dengan puing-puing penyesalan atas imannya, pada mitos yang
mengakar dalam dirinya.
Martini telah tidur lama,
Bangun-bangun sudah menua.
Masa mudanya dipakai untuk menjumlah weton-weton setiap
lelaki yang meminangnya.
Tiap malam berdzikir “Sandang,
pangan, papan, loro, pati, sandang, pangan, papan, loro, pati, sandang, pangan,
papan, loro, pati.” Sambil menghitung jari-jari tangannya.
Begitu terus berulang-ulang.
Sampai jam dindingnya bosan mendengar mantra Martini dari
larut hingga pagi.
Puluhan lelaki ditolak atas imannya pada hasil perhitungan
mantra-mantra itu.
O, Martini.
Sekarang dia mengutuk dirinya sendiri.
Malang, Agustus 2019.
![]() |
Rabu, 24 Oktober 2018
“ Satu Nama di Nadi-nadi Para Hamba “
“Sepasang Merpati Januari”
Sabtu, 29 September 2018
"Kabarnya, Dunia Ingkar Padaku"
Tapi entah kenapa bisik angin baru saja membawa banyak noda-noda itu kembali menyerangku
bahkan bulan kabarnya bisu tentang beritamu,
bintang pura-pura tidak tau bagaimana kau ataupun aku.
Ingin ku cat langit menjadi merah darah, dan kusiram bulan dengan ampas kopi.
bila perlu bintang akan kutembak satu persatu
biar kusiksa mereka dengan penyesalan telah mengunci kata-kata
selamat malam duniaku yang penuh tetes darah-darah pilu
selamat malam duniaku yang kabarnya ingkar akan janji-janji itu.
Malang, 2018



