Rabu, 24 Oktober 2018

“Sepasang Merpati Januari”



Aku adalah rindu yang tak nampak
Sembunyi di balik keabu-abuan langit yang mulai galak
Otakku mulai mengarsip potret-potret kisah hujan dan sepasang Merpati Januari
Rinduku kali ini benar-benar membisu
Sementara, sepasang merpati itu asyik bercerita banyak hal
Sesekali mereka berhenti terbang untuk sekedar menepi dari hujan
Jalanan lengang,
Tersisa irama hujan dan canda kedua merpati di bawah teras bengkel motor yang tuannya entah kemana
Masih dengan rinduku yang bebal
Semakin lama semakin nakal
Sepasang Merpati Januari itu lama-lama membuatku kesal
Mereka asyik terbang menembus hujan, menyusuri trotoar, melewati mobil-mobil besar
Sementara aku,
Masih merangkul rinduku, membiarkannya tetap bisu, sementara hati telah memar-memar
Kini kisah merpati itu telah usang
Arsipan potret itu telah tersejarahkan
Hari ini dengan keras kepala kukatakan
“Aku Mencintaimu, Semenjak dua merpati berjumpa pada pertengahan siang dan malam di awan abu-abu.”

Malang, 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar