Bukankah sudah cukup lama hembus nafas dan detak jantungku tanpa noda namamu?
Tapi entah kenapa bisik angin baru saja membawa banyak noda-noda itu kembali menyerangku
bahkan bulan kabarnya bisu tentang beritamu,
bintang pura-pura tidak tau bagaimana kau ataupun aku.
Ingin ku cat langit menjadi merah darah, dan kusiram bulan dengan ampas kopi.
bila perlu bintang akan kutembak satu persatu
biar kusiksa mereka dengan penyesalan telah mengunci kata-kata
selamat malam duniaku yang penuh tetes darah-darah pilu
selamat malam duniaku yang kabarnya ingkar akan janji-janji itu.
Malang, 2018